Pengalaman Pribadi mengunakan jasa Tukang Pemborong Harian atau Borongan.


Perbandingan Bangun Rumah, Pakai Tukang Harian atau Borongan? Mana lebih untung dan irit !!!


Pengalaman 1

Haiii teman-teman sesama iriters ;)

Saat ini saya lagi bangun rumah Alhamdulillah. Bukan bangun dari awal sih, tapi nerusin cor-coran atas. Jadi atas itu kan baru ada satu kamar, nah mau diluasin sampai ke depan, bikin dua kamar lagi.

Proses membangun rumah ini sudah dimulai dari April minggu kedua dan masih berlangsung saat ini, makanya sekarang ngungsi di mertua.

Yang bikin puyeng waktu awal mau mbangun adalah menentukan pilihan pakai tukang harian atau borongan.

Ada yang saranin pakai borongan biar cepet, katanya kalo harian, kalo pas dapet tukang yang ngga bener suka sengaja dilama-lamain. Beberapa tetangga sini yang mbangun pas saya tanya juga pada pakai borongan karena mereka pengen cepet.

Tapi temen saya yang punya bengkel besi lebih nyaranin harian, katanya hasilnya lebih maksimal, ga terburu-buru kerjanya si tukang.

Saya sampai googling loh, mungkin ada yang nulis tentang pengalamannya bangun rumah baik yang harian atau borongan *deuuh segitunya yeees. Makanya lahirlah postingan ini biar kalo ada yang mau bangun rumah mengalami kebimbangan kaya saya, kemudian googling merasa terbantukan haha.


Sayapun bertanya pada tukangnya, kalo harian berapa, yang kerja berapa orang, dan kira-kira selesai berapa lama. Setelah itu saya tanyakan juga harga kalau saya minta borongan.

Saya sih kepikiran yang kalaupun mau borongan, yang diborongkan sampai ngecor saja, ntar kalo pas naikkin bata, pasang jendela, pintu, finishing, harian aja.

Setelah si tukang memberi harga sayap mulai berhitung untung rugi menggunakan jasa tukang harian dan borongan. Untung rugi ini tentu saja bukan hanya dalam hal jumlah uang yang saya keuaran, tapi dari kemungkinan hasil pekerjaan mereka nanti.

Saya lihat sih suami kaya lebih condong pengen borongan, biar ga repot katanya. Tapi saya pikir mau borongan atau harian, ttep aja kan kita harus sering ngecek ke lokasi memantau pekerjaan mereka, seminggu sekali juga tetep harus itung-itung nota belanja material. Bedanya cuma ngga tiap minggu kita bayar tukang udah gitu aja.

Akhirnya saya putuskan untuk membayar tukang harian saja. Karena membayar harian saya masih harus menambah 5% dari keseluruhan biaya yang saya keluakan buat bangun rumah untuk fee kepala tukang, ya dia ini seperti mandor juga sih. Dia yang belanja baha, kasih advice juga mengenai bangunan bagusnya gimana, dan tetep kerja sebagai tukang juga. Bismillah saya okein aja.

Dalam 1,5bulan kurang dua hari atau 5 minggu 4 hari kerjaan ngecor beres. Saya itung lagi mana yang lebih murah membayar tukang harian atau borongan.

Ternyata setelah ditotal biaya bayar tukang harian, plus fee kepala tukang maish lebih murah harian ketimbang saya bayar borongan. Bedanya ada sekitar 6 jutaan. Mayan kaaan.

Menurut saya antara membayar tukang harian atau borongan yang paling fair untuk kedua belah pihak adalah membayar harian. Bisa aja loh, waktu si tukang ngitung waktu kerja borongan disesuaikan dengan harga, ternyata meleset. Dia pikir sebulan bisa selesai misalnya jadi dia ngitung biaya kerja sebulan, eh ternyata waktu segitu ngga cukup, akhirnya dia harus nombok buat bayar jasa tukang (temen-temennya). Atau sebaliknya, si pemilik rumah membayar mahal dipikir kerjaan begitu bakal membutuhkan waktu lama, ternyata sebentar juga udah selesai.

Lagipula kalau kerja borongan kadang ada yang kerjanya diforsir biar cepat selesai, sampai lewat jam kerja, saya takutnya malah hasilnya ngga maksimal, karena si tukang jadi kurang istirahat.

Soal kalo kerja harian takutnya dilama-lamain, itu sih tergantung tukangnya ya. Kalo yang nakal ya mungkin begitu dan kalo dia dikasih kerja borongan pasti dicepet-cepetin ntah deh hasilnya kaya apa. Dulu pernah sih di rumah papa saya ada tukang kita kaish kerja borongan, eh malah kaya terburu-buru ngerjain sampai malam. Hasilnya ngga maksimal, kamar mandi aja lantainya kemiringannya kurang jadi airnya ga ngalir terpaksa mbongkar lagi deh.

Terkecuali untuk pekerjaan khusus kaya bikin atap, ini saya pakai borongan, karena atapnya pakai baja ringan. Jadi bahan dan tenaga langsung dari toko baja ringannya, dia udah kasih harga Rp.1.550.000 permeter udah termasuk pemasangan genteng (tergantuk kualifikasinya).

Sekarang pengerjaan rumah udah sampai ninggiin bata, udah siap juga untuk dipasang atap. Tapi atapnya baru bisa dipasang setelah lebaran karena full order.


Pengalaman 2

Beberapa waktu yang lalu saya melakukan renovasi rumah. Rumah yang saya huni setelah kurang lebih 13 tahun, catnya mulai terkelupas, dan beberapa kusen mulai jadi santapan empuk si rayap.Untuk merenovasi rumah pastinya perlu tukang. Nah saya pun berbincang dengan mas bojo di seberang sana, mau pakai tukang harian atau borongan? Mas Bojo memutuskan pakai tukang harian saja karena bukan rombak total.

Pada renovasi awal, sebelum rumah kami tinggali. Kami memutuskan memakai jasa tukang borongan dengan pertimbangan, saya hanya bisa mengawasi dari Solo setiap 2  minggu sekali. Dan ingin segera rumah selesai dan segera kami tempati. Namun untuk renovasi yang kedua ini saya memilih tukang harian.

Apa sih untung dan ruginya tukang harian atau tukang borongan? Berikut ini akan saya rangkum beberapa keuntungan berdasarkan pengalaman saya.
Setelah mendapatkan tukang, tanyakan kepadanya ongkos hariannya berapa untuk tukang ahli dan berapa ongkos tukang pembantu. Beda daerah, pasti beda ongkosnya. Kalau di tempatku ongkos tukang harian tanpa uang makan dan ongkos rokok sekitar Rp 100.000,00 sampai Rp 125.000,00. Tergantung dari jam terbbang si tukang. Sedangkan ongkos untuk tukang pembantu berkisar Rp 80.000-90.000,00.
Tukang yang aku pakai masih tetangga hanya beda RT dan RW. Jam mulai kerjanya dari pukul 7 pagi - pukul setengah 12. Untuk istirahat sholat dan makan siang. lalu kembali lagi bekerja mulai pukul 13:00 sampai pukul 16:00. Jika bekerja lewat jam tersebut dianggap lembur.

Nah masalah ongkos lembur ini lebih baik ditanyakan langsung saja berapa? Bila tukang bilang monggo terserah, lebih baik anda bilang tegas mau per jamnya berapa?Daripada nanti dirasani di belakang kalau saya lebih senang terbuka masalah uang di depan.

Keuntungan menggunakan tukang harian adalah kita bisa belanja dan menentukan barang sendiri.Kita dapat belanja sendiri keperluan bahan bangunan yang dibutuhkan. Selain itu jika memakai tukang harian, garapan atau hasilnya lebih rapi. Si tukang tak buru-buru mengerjakannya.

Tapi ada juga kelemahannya, biasanya karena dibayar dengan harian, si tukang suka berusaha mengulur waktu agar lama.Dan kita sedikit repot serta butuh kesabaran tinggi dalam hal mencari barang dan mengawasinya. Penngalaman saya kemarin, begitu prediksi pengerjaan lebih lama. Saya ngomong kepada tukang saya secara sopan saat mereka akan pulang. Sambil memberikan kopi saya ajak ngobrol santai sudah sejauh mana pengerjaan dan bertanya bahan apa saja yang kurang. Dengan guyon parikeno alias bercanda tapi menuju hal yang saya inginkan. Saya ungkapkan keinginan saya agar segera selesai dengan alasan akan ada tamu datang dan lebih baik lembur atau tambah tenaga.

Alhamdulillah pengerjaan mengganti plaffon, ganti kusen jendela dan pintu,mengecat dan mengganti usuk yang terkena rayap, lisplank dan menambal yang bocor dalam 1 bulan selesai. :)

Bila kita menggunakan tukang borongan ada dua macam borongannya. Hanya borongan tenaga atau keseluruhan.Bila menggunakan tukang borongan tenaga, segala bahan yang beli kita sendiri. Kalau secara keseluruhan, maka kita pasrahkan semuanya ke tukang dari bahan dan tenaga. Tapi terkadang bila tukang borongan keseluruhan,  kita mendapati mandor memilih bahan yang kurang berkualitas. Sebab pastinya si mandor juga ingin mendapatkan keuntungan.
Kelebihannya cara kerja mereka lebih cepat karena tenaga lebih banyak. Tapi kalau kita kurang mengawasi, maka hasil pekerjaannya kurang rapi.

Nah itu tadi sedikit sharing tentang untung dan rugi memakai jasa tukang harian atau borongan saat renovasi rumah yang sudah saya lakukan. Semoga bermanfaat bagi pembaca . Silakan dipilih mau harian atau borongan untuk merenovasi rumah anda.Atau tambahan dari pembaca keuntungan dan kerugiannya? silakan tulis di komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please do not Spam, We will report your account to Google and add it as Spammer. Thanks

Kuta Dana Mitra feeds