Ratusan Trilliun di Belanjakan Masyarakat Indonesia memakai Kartu Kredit







Total transaksi kartu kredit sepanjang tahun lalu secara nominal mencapai Rp 297,4 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 326,9 miliar. Di 2018, jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 17,2 juta.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), sejak pelonggaran kebijakan moneter BI 7DRRR dengan penurunan 200 basis poin (bps) dari awal 2016 hingga Januari 2018, transmisi suku bunga deposito perbankan sudah sebesar 196 bps. Sedangkan transmisi suku bunga kredit baru 151 bps.

Kemudian, dari data analisis uang beredar BI per Februari 2018, suku bunga kredit dan deposito kembali turun. Hal tersebut mencerminkan masih berlanjutnya transmisi penurunan suku bunga kebijakan BI. Rata-rata suku bunga kredit perbankan pada Februari tercatat sebesar 11,27%, turun 5 bps dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, suku bunga deposito dengan tenor 1 bulan tercatat 5,65% atau turun dari 5,72%, tenor 3 tahun sebesar 5,97% atau turun dari 6,03%.

Untuk suku bunga deposito tenor 6 bulan tercatat berada di posisi 6,40% atau turun dari 6,49%. Kemudian, deposito bertenor 12 bulan memiliki bunga 6,56% turun dari 6,68%. Serta bunga deposito dengan tenor 24 bulan tercatat sebesar 6,73% turun dari 6,74%.

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, alasan industri perbankan di Indonesia sulit untuk menurunkan suku bunga kredit lebih rendah lagi lantaran sangat dipengaruhi oleh permintaan kredit dari masyarakat. Dia meyakini apabila permintaan meningkat, tingkat suku bunga kredit bisa segera turun.

“Kami meyakini kalau permintaan kredit meningkat, itu akan membuat perbaikan dan melakukan penyesuaian bunga serta transmisi kebijakan bunga yang efektif,” papar Agus.

Namun, dia memastikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan OJK untuk dapat membuat bank mau menurunkan bunga kreditnya. Hal ini akan segera dilakukan lantaran arah kebijakan BI masih mempertahankan suku bunga acuannya di 4,25%.

Pasalnya, menurut Agus, ruang bagi BI untuk menurunkan 7DRRR sudah tak ada lagi. Sedangkan ruang untuk kembali menahan atau bahkan menaikkan masih penuh ketidakpastian. Hal ini karena ada pengaruh dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reser ve, yang diperkirakan akan kembali mengerek suku bunganya pada Juni mendatang.  (ant/jn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please do not Spam, We will report your account to Google and add it as Spammer. Thanks

Kuta Dana Mitra feeds