Rindu Menawarkan Kredit Mesra untuk Kesejahteraan Masyarakat Indonesia







Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan para pekerja rentan sektor informal harus mendapatkan perhatian pemerintah. Caranya, pemerintah wajib memberikan pendidikan ataupun pelatihan kemampuan dasar sehingga mereka tak kesulitan memilih dan menjalankan profesi.

Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Kang Uu ini saat mendengarkan keluh kesah sejumlah tukang becak yang kerap mangkal di Pasar Pananjung, Pangandaran, Minggu (27/5/2018). Mayoritas dari mereka mengeluhkan pendapatan sehari-harinya yang terlalu pas-pasan hingga kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib mereka.

Sebut saja Sodikin (45), yang mengaku bahwa pendapatan harian para tukang becak ini kian menurun lantaran orang-orang telah memiliki kendaraan pribadi atau memilih moda transportasi lain. Kehadiran jasa transportasi berbagi aplikasi dalam jaringan juga dinilai memperparah keadaan.

“Kami merasa belum terlalu diperhatikan pemerintah. Enggak ada bantuan. Harapan saya pemerintah seharusnya memberikan bantuan kepada rakyat kecil. Bantuannya dalam bentuk apa saja,” kata Sodikin.

Untuk mengongkosi kebutuhan dapurnya, Sodikin tak jarang mesti melakukan berbagai pekerjaan lain di luar menarik becak. Dari mulai menjadi kuli bangunan hingga kuli angkut barang di pasar ia lakoni. Dia mengaku tak sanggup beralih profesi lantaran keterbatasan kemampuan.

Menjawab keluhan Sodikin itu, Kang Uu mengatakan pendidikan bisa menjadi solusinya. Pasalnya, dia menilai pendidikan mampu mengubah paradigma pola pikir dan ekonomi seseorang.

“Pendidikan dan pelatihan diberikan kepada mereka supaya wawasannya berubah, keberaniannya berubah. Kalau tidak berubah, akan begitu-begitu saja,” jawab Uu.

Bantuan Kredit Mesra untuk Masyarakat Golongan Ekonomi Lemah

Tak hanya itu, Kang Uu juga menawarkan program bantuan kredit usaha Masjid Sejahtera alias Mesra yang dimiliki Rindu kepada masyarakat golongan ekonomi lemah. Kredit diberikan secara cuma-cuma tanpa jaminan kepada ibu-ibu yang sanggup menghafal Alquran. Skemanya, ibu-ibu penghafal satu tuz Alquran akan mendapat pinjaman Rp1 juta, Rp2 juta untuk dua juz, dan seterusnya.

“Kredit Mesra akan menyentuh golongan ekonomi lemah, termasuk tukang cendol, tukang cilok, tukang becak, tukang sol sepatu, dan lain-lain. Kalau mereka tidak diberi bantuan, mereka yang butuh modal bisa kembali ke lembaga nonformal (lintah darat). Pengembaliannya luar biasa mahal. Di sini pemerintah harus ada solusi,” ujar Kang Uu.

Bantuan kredit mesra itu jelas menjawab keluhan Maman Suherman (59), salah seorang warga Desa Cibenda, Pangandaran. Sebagai seorang tukang semir sepatu, dalam sehari dia hanya mampu menghasilkan uang sekitar Rp25.000-Rp50.000.

Dia bukan sama sekali tak memikirkan beralih profesi. Sebelum membuka jasa servis sepatu, Maman sempat membuka usaha ternak ayam kampung. Usaha tersebut terpaksa harus gulung tikar dalam waktu dekat lantara ia kehabisan modal.

"Kalau ada bantuan modal dari pemerintah, insya Allah saya mau usaha lagi. Karena kesulitan yang dialami pedagang kecil itu biasanya soal modal," kata Maman.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please do not Spam, We will report your account to Google and add it as Spammer. Thanks

Kuta Dana Mitra feeds