Keuntungan dan Manfaat Kartu Kredit


 Semakin meningkatnya penggunaan kartu kredit saat ini, tak lain karena semakin dirasa kemanfaatan dan keuntungan dari kartu kredit tersebut oleh masyarakat. Semakin berkembang pesatnya kartu kredit di tengah-tengah masyarakat ditandai dengan semakin beragam dan semakin bertambahnya jumlah orang yang ingin membuat serta memiliki kartu kredit. Sayangnya, tidak semua orang mengerti dan memahami dengan benar keuntungan menggunakan kartu kredit. Kebanyakan dari mereka hanya menyadari keuntungan kartu kredit hanyalah sebagai uang ekstra, padahal inti dari keberadaan kartu kredit tidak sesederhana itu.

Sebagai awal, calon pemegang kartu kredit haruslah memiliki pengetahuan akan fungsi dan manfaat dari penggunaan kartu kredit. Dengan memahami dan mengerti hal tersebut, Anda dapat memaksimalkan penggunaan dari kartu kredit. Sehingga, saat Anda memutuskan untuk memiliki kartu kredit nantinya, Anda dapat menjadi pengguna kartu kredit yang cerdas dan bijak.

Berikut adalah beberapa keuntungan mendasar yang harus Anda pahami dalam memiliki kartu kredit:
shopping illustration

    Kepraktisannya

    Ini adalah alasan sebagian orang memilih kartu kredit sebagai alat pembayaran mereka, karena dengan memiliki kartu kredit Anda tidak perlu repot lagi membawa uang tunai kemanapun. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan kartu kredit ini untuk membayar transaksi apapun yang Anda lakukan seperti berbelanja, bayar tagihan bulanan dan yang lainnya. Cukup dengan satu kartu Anda dapat melakukan hal apapun dalam pembayaran.

    Mudah Berbelanja Online

    Bagi Anda pecinta belanja online (online shop) jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki kartu kredit. Dengan kartu kredit Anda dapat lebih mudah melakukan pembayaran kartu kredit. Bahkan hampir semua situs belanja online menerima pembayaran dengan kartu kredit. Kemudahan ini dapat Anda nikmati dengan membeli barang di internet dari negara manapun dan membayarnya dengan kartu kredit Anda.

    Kesempatan Mendapatkan Promo

    Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan para pengguna kartu kredit karena berbagai promo menarik sering diadakan oleh pihak penerbit kartu kredit. Bahkan tak tanggung-tanggung, pihak penerbit kartu kredit sering mengeluarkan promo luar biasa yang bisa menghemat pengeluaran Anda. Tak hanya itu saja, pihak merchant juga akan diuntungkan oleh promosi karena dapat memperbanyak jumlah pelanggan.

    Kesempatan Mendapatkan Cicilan 0%

    Saat ini banyak sekali leasing-leasing yang menawarkan berbagai kredit dengan syarat mudah dan cepat, namun memiliki bunga yang sangat mahal. Bahkan kalau dihitung-hitung bunganya bisa setara dengan setengah harga dari barang yang ingin kita beli. Dengan kartu kredit, Anda tidak perlu repot-repot untuk melakukan pembelian barang dengan cara seperti itu, cukup dengan kartu kredit, Anda dapat dengan mudah dan cepat membeli barang tersebut dengan cicilan tanpa bunga selama 6 bulan sampai setahun. Tentunya ini akan sangat menguntungkan karena Anda dapat mengontrol pengeluaran.

    Kemudahan Bertransaksi di Luar Negeri

    Dengan menggunakan kartu kredit di luar negeri, Anda akan dapat merasakan manfaat dan keuntungannya. VISA, MasterCard, AMEX maupun JCB juga bisa digunakan untuk bertransaksi di seluruh dunia tanpa harus repot membawa uang tunai. Sehingga lebih praktis dan aman.

    Pengelolaan Laporan Keuangan yang Tercatat

    Memiliki kartu kredit pastinya akan membuat pengeluaran Anda tercatat lebih baik, akurat dan aman. Bagi Anda yang ingin memiliki kartu kredit, mulailah untuk melakukan pencatatan setiap pengeluaran yang Anda lakukan. Selain untuk pengontrolan terhadap pengeluaran Anda, ini juga dapat memantau setiap pengeluaran Anda.

    Nikmati Berbagai Rewards

    Selain menggunakan kartu kredit, Anda akan mendapatkan berbagai rewards dari penerbit kartu kredit dari penggunaan kartu kredit. Biasanya rewards yang ditawarkan berupa hadiah langsung, cashback, reward point yang nantinya dapat ditukarkan dengan produk tertentu. Bahkan tak jarang rewards yang ditawarkan berupa bebas iuran tahunan.

    Terhindar dari Risiko Penyalahgunaan

    Berbeda dari kartu debit, apabila terjadi tindakan pencurian atau penyalahgunaan pada kartu kredit Anda, maka Anda dapat secara cepat melacak dan memblokir kartu tersebut. Dibandingkan dengan kartu debit, jika dicuri dan Anda tidak segera melakukan pemblokiran maka uang tunai Anda akan lenyap tak berjejak.

    Perlindungan Ekstra

    Sebagian penerbit kartu kredit memberikan asuransi terhadap pembelian barang yang bernilai tinggi. Perlindungan ini juga memungkinkan Anda untuk mengajukan keberatan atas tagihan yang tidak Anda ketahui asalnya. Bukan hanya itu saja, hampir semua penerbit kartu kredit menawarkan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan.




Tingkat Permintaan Kredit Masyarakat Indonesia ke Perbankan Masih Sedikit


Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menjelasakan tren permintaan kredit dari masyarakat ke perbankan memang belum begitu menggeliat, terindikasi dari pertumbuhan kredit selama Januari-September 2018 (year to date/ytd) yang masih di bawah tiga persen.

"Yang disampaikan target akhir tahun menjadi 7-9 persen (year on year/yoy) itu mungkin melihat kemungkinan jika 8-10 persen (yoy) tidak tercapai, karena secara 'year to date' masih di bawah tiga persen," kata Agus di Jakarta, Kamis (2/11).

Agus mengatakan Bank Sentral belum belum secara resmi mengubah target pertumbuhan kredit untuk 2018 sebesar 8-10 persen.

Namun, Agus menuturkan, dengan melihat pertumbuhan selama Januari-September 2018 itu, memang ada kecenderungan yang tidak seperti diharapkan.

"Ada kecederungan mungkin tidak seperti yang kita harapkan untuk di bulan Oktober," ujarnya seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Sebelumnya, pada Rabu (1/11) kemarin, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, permintaan kredit memang masih rendah. Dia berharap pada dua bulan terakhir di 2018, permintaan kredit bisa meningkat.

"Kalau sampai akhir tahun ini target kredit dari BI tumbuh sekitar 7-9 persen. Ini sudah diubah lagi (dari yang 8-10 persen), Mudah-mudahan tercapai," ucapnya.

Filianingsih menjelaskan dengan potensi naiknya permintaan di sisa tahun, pihaknya melihat pada akhir tahun pertumbuhan kredit perbankan bisa menembus perkiraan yang tertinggi, yakni sembilan persen. "Di bias ataslah. Mudah-mudahan," ujar dia.

Adapun, revisi pertumbuhan kredit kali ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan BI pada tahun ini. Sebelumnya, BI merevisi target kredit 2018 menjadi 8-10 persen dari target awal sebesar 10-12 persen.

Terkait pertumbuhan kredit sepanjang 2018, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso pada Selasa malam (31/10), mengatakan pihaknya melihat memang ada perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB) sejak pertengahan tahun 2018.

Sebelumnya OJK melihat pertumbuhan kredit ada di 13 persen, kemudian diturunkan lagi menjadi 11 persen, dan pada Oktober 2018 ini, OJK melihat pertumbuhan kredit sepanjang tahun berada di 10 persen.

"Kelihatannya agak berat untuk 11 persen di akhir tahun. Kami lihat tercapai sekitar 10 persen," tuturnya.

Menurut Wimboh, hingga September 2018, beberapa bank masih terkonsentrasi untuk merestrukturisasi kredit bermasalah sehingga tidak leluasa untuk melakukan ekspansi penyaluran kredit.

"Setelah kami ikuti betul beberapa individu bank, sedang restrukturisasi kredit, misalnya, yang kategori komersial yang bentuknya modal kerja," ujar dia.

Rindu Menawarkan Kredit Mesra untuk Kesejahteraan Masyarakat Indonesia







Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan para pekerja rentan sektor informal harus mendapatkan perhatian pemerintah. Caranya, pemerintah wajib memberikan pendidikan ataupun pelatihan kemampuan dasar sehingga mereka tak kesulitan memilih dan menjalankan profesi.

Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Kang Uu ini saat mendengarkan keluh kesah sejumlah tukang becak yang kerap mangkal di Pasar Pananjung, Pangandaran, Minggu (27/5/2018). Mayoritas dari mereka mengeluhkan pendapatan sehari-harinya yang terlalu pas-pasan hingga kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib mereka.

Sebut saja Sodikin (45), yang mengaku bahwa pendapatan harian para tukang becak ini kian menurun lantaran orang-orang telah memiliki kendaraan pribadi atau memilih moda transportasi lain. Kehadiran jasa transportasi berbagi aplikasi dalam jaringan juga dinilai memperparah keadaan.

“Kami merasa belum terlalu diperhatikan pemerintah. Enggak ada bantuan. Harapan saya pemerintah seharusnya memberikan bantuan kepada rakyat kecil. Bantuannya dalam bentuk apa saja,” kata Sodikin.

Untuk mengongkosi kebutuhan dapurnya, Sodikin tak jarang mesti melakukan berbagai pekerjaan lain di luar menarik becak. Dari mulai menjadi kuli bangunan hingga kuli angkut barang di pasar ia lakoni. Dia mengaku tak sanggup beralih profesi lantaran keterbatasan kemampuan.

Menjawab keluhan Sodikin itu, Kang Uu mengatakan pendidikan bisa menjadi solusinya. Pasalnya, dia menilai pendidikan mampu mengubah paradigma pola pikir dan ekonomi seseorang.

“Pendidikan dan pelatihan diberikan kepada mereka supaya wawasannya berubah, keberaniannya berubah. Kalau tidak berubah, akan begitu-begitu saja,” jawab Uu.

Bantuan Kredit Mesra untuk Masyarakat Golongan Ekonomi Lemah

Tak hanya itu, Kang Uu juga menawarkan program bantuan kredit usaha Masjid Sejahtera alias Mesra yang dimiliki Rindu kepada masyarakat golongan ekonomi lemah. Kredit diberikan secara cuma-cuma tanpa jaminan kepada ibu-ibu yang sanggup menghafal Alquran. Skemanya, ibu-ibu penghafal satu tuz Alquran akan mendapat pinjaman Rp1 juta, Rp2 juta untuk dua juz, dan seterusnya.

“Kredit Mesra akan menyentuh golongan ekonomi lemah, termasuk tukang cendol, tukang cilok, tukang becak, tukang sol sepatu, dan lain-lain. Kalau mereka tidak diberi bantuan, mereka yang butuh modal bisa kembali ke lembaga nonformal (lintah darat). Pengembaliannya luar biasa mahal. Di sini pemerintah harus ada solusi,” ujar Kang Uu.

Bantuan kredit mesra itu jelas menjawab keluhan Maman Suherman (59), salah seorang warga Desa Cibenda, Pangandaran. Sebagai seorang tukang semir sepatu, dalam sehari dia hanya mampu menghasilkan uang sekitar Rp25.000-Rp50.000.

Dia bukan sama sekali tak memikirkan beralih profesi. Sebelum membuka jasa servis sepatu, Maman sempat membuka usaha ternak ayam kampung. Usaha tersebut terpaksa harus gulung tikar dalam waktu dekat lantara ia kehabisan modal.

"Kalau ada bantuan modal dari pemerintah, insya Allah saya mau usaha lagi. Karena kesulitan yang dialami pedagang kecil itu biasanya soal modal," kata Maman.




Jaga Perekonomian Masyarakat, Kredit UMI untuk Masyarakat Mikro Tetap Dijaga







Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan adanya program kredit Usaha Mikro (UMI) Pegadaian ditujukan bagi pedagang atau pengusaha yang tidak terjangkau Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hal tersebut dikatakannya saat kunjungan kerja ke Pasar Telukan, Sukoharjo, pada pukul 06.30 WIB, Sabtu (26/5/2018).

Sebelum fokus mengecek penyaluran kredit UMI tersebut, pihaknya menyempatkan diri untuk berbaur dan menyapa para pedagang.
Pihaknya berujar dengan adanya penyaluran kredit UMI tersebut kegiatan harapannya ekonomi masyarakat akan terus bergerak sehingga menciptakan kesejahteraan masyarakat.

"Karena memang dari jenisnya penyaluran kredit UMI besaran sekitar Rp 1 juta, bahkan Rp 5 juta karena segmentasinya untuk masyarakat kecil, berbeda dengan KUR yang pinjamannya di atas Rp 50 juta," terangnya.

Dan para masyarakat yang memanfaatkan UMI ini mendapatkan bunga pinjamannya sangat rendah dibandingkan kalau dia pinjam dari tempat yang lain.

Adapun kredit UMI hanya disalurkan melalui beberapa lembaga, seperti Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bahana Artha Ventura.
"Dan sejauh ini penyerahan kredit Umi sudah berjalan cukup baik," tutupnya. (*)




Ratusan Trilliun di Belanjakan Masyarakat Indonesia memakai Kartu Kredit







Total transaksi kartu kredit sepanjang tahun lalu secara nominal mencapai Rp 297,4 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 326,9 miliar. Di 2018, jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 17,2 juta.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), sejak pelonggaran kebijakan moneter BI 7DRRR dengan penurunan 200 basis poin (bps) dari awal 2016 hingga Januari 2018, transmisi suku bunga deposito perbankan sudah sebesar 196 bps. Sedangkan transmisi suku bunga kredit baru 151 bps.

Kemudian, dari data analisis uang beredar BI per Februari 2018, suku bunga kredit dan deposito kembali turun. Hal tersebut mencerminkan masih berlanjutnya transmisi penurunan suku bunga kebijakan BI. Rata-rata suku bunga kredit perbankan pada Februari tercatat sebesar 11,27%, turun 5 bps dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, suku bunga deposito dengan tenor 1 bulan tercatat 5,65% atau turun dari 5,72%, tenor 3 tahun sebesar 5,97% atau turun dari 6,03%.

Untuk suku bunga deposito tenor 6 bulan tercatat berada di posisi 6,40% atau turun dari 6,49%. Kemudian, deposito bertenor 12 bulan memiliki bunga 6,56% turun dari 6,68%. Serta bunga deposito dengan tenor 24 bulan tercatat sebesar 6,73% turun dari 6,74%.

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, alasan industri perbankan di Indonesia sulit untuk menurunkan suku bunga kredit lebih rendah lagi lantaran sangat dipengaruhi oleh permintaan kredit dari masyarakat. Dia meyakini apabila permintaan meningkat, tingkat suku bunga kredit bisa segera turun.

“Kami meyakini kalau permintaan kredit meningkat, itu akan membuat perbaikan dan melakukan penyesuaian bunga serta transmisi kebijakan bunga yang efektif,” papar Agus.

Namun, dia memastikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan OJK untuk dapat membuat bank mau menurunkan bunga kreditnya. Hal ini akan segera dilakukan lantaran arah kebijakan BI masih mempertahankan suku bunga acuannya di 4,25%.

Pasalnya, menurut Agus, ruang bagi BI untuk menurunkan 7DRRR sudah tak ada lagi. Sedangkan ruang untuk kembali menahan atau bahkan menaikkan masih penuh ketidakpastian. Hal ini karena ada pengaruh dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reser ve, yang diperkirakan akan kembali mengerek suku bunganya pada Juni mendatang.  (ant/jn)

Membandingkan Pinjaman di Pegadaian vs KTA, Manakah yang Lebih Menguntungkan !






Ambil pinjaman menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat. Kebutuhan dadakan yang datang mendesak jadi alasan kenapa sejumlah orang mengambil pinjaman. Apalagi kebutuhan tersebut hadir saat waktu gajian masih lama atau penghasilan dari bisnis belum mencapai target.
Sangat sulit kiranya menghindari kebutuhan-kebutuhan mendesak ini. Sebab kepentingannya perlu mendapat prioritas. Tentunya tidak mungkin bukan menghindari belanja kebutuhan sekolah anak-anak saat tahun ajaran baru mulai tiba? Atau menunda pernikahan karena kurang modal yang jumlahnya tidak begitu banyak?
Dalam situasi seperti itulah, pinjaman datang menyelamatkan. Bentuk dan caranya bermacam-macam. Ada yang dalam bentuk pinjaman KTA atau Kredit Tanpa Agunan, ada juga pinjaman dengan syarat jaminan atau yang disebut gadai. Lalu, manakah yang menguntungkan, pinjaman gadai atau KTA?


Pernah mendengar Pegadaian? Atau pernah melihat plakat yang bertuliskan Pusat Gadai? Ya, keduanya sama-sama lembaga keuangan nonbank yang memberi pinjaman bersyarat alias gadai. Sekalipun banyak bank yang menawarkan KTA, gadai barang tetap jadi andalan.
Untuk mendapat pinjaman gadai, orang yang mengajukan harus datang ke tempat dengan membawa barang yang dijaminkan. Meskipun berbagai inovasi teknologi telah dipakai dalam urusan finansial, mekanisme gadai barang yang boleh dikatakan masih konvensional tersebut masih diterapkan hingga kini.
Bisa dibayangkan bukan sedikit merepotkan rasanya membawa barang-barang, kecuali kendaraan karena cukup dengan BPKB, sebagai syarat untuk dapat pinjaman? Namun, buat sebagian orang, hal tersebut bukanlah persoalan. Yang penting pinjaman cepat cair dan segera bisa digunakan.
Muncul sebagai Pemberi Gadai Pertama, Inilah Alasan Kenapa Pegadaian Ada
Pegadaian ternyata telah hadir sejak 1746. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Tujuannya jelas untuk melayani kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pinjaman. Karena saat itu masih dalam masa penjajahan, Pegadaian yang bernama Bank Van Leening berada dalam pengawasan VOC Belanda.

Ada tiga alasan kenapa Pegadaian didirikan. Pertama, mencegah praktik ijon, rentenir, dan pemberian pinjaman dengan pengembalian yang tidak wajar. Kedua, meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil. Ketiga, mendukung program ekonomi dan pembangunan nasional Pemerintah.

Untuk dapat pinjaman dari Pegadaian, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Selain menyediakan emas, kendaraan, dan barang elektronik sebagai jaminan, pengambil pinjaman harus menunjukkan identitasnya berupa KTP/SIM. Setelah itu, pengajuan aplikasi akan diproses kurang lebih 30 menit.
Pegadaian akan memberikan bunga 0,05% per hari atau 1,5% per bulan untuk setiap nilai pinjaman yang diberikan ditambah biaya administrasi 1% dari nilai pinjaman. Lamanya atau tenor pengembalian pinjaman mulai dari 4-36 bulan.
Bagi yang telat membayar cicilan pinjaman Pegadaian, siap-siap menanggung denda sebesar 0,05% per hari dari nilai pinjaman. Jika tidak dibayarkan, barang yang dijadikan jaminan akan dilelang 7 hari dari jatuh tempo.

Pegadaian dan Pusat Gadai memang sama-sama memberi pinjaman gadai dengan cara konvensional, tapi ada perbedaan antara Pegadaian dan Pusat Gadai. Jika Pegadaian adalah badan milik Pemerintah atau BUMN, Pusat Gadai adalah perusahaan gadai swasta Indonesia yang berdiri pada 1996 dan sudah mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
Di website-nya, Pusat Gadai mengklaim punya lebih dari 100 cabang yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk dapat pinjaman dari Pusat Gadai, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan. Hal berikut ini pula sekaligus jadi perbedaan dengan Pegadaian.
Pertama, barang-barang yang dijaminkan ke Pusat Gadai baru sebatas kendaraan dan barang elektronik. Kedua, mesti menunjukkan identitas remsi KTP/SIM. Ketiga, proses pengajuan aplikasi kurang lebih 30 menit.
Keempat, bunga yang dikenakan 10% per bulan dan 5% untuk pelunasan kurang dari 2 minggu. Tenor pelunasannya sendiri selama 2 tahun untuk jaminan BPKB dan kurang lebih 3 bulan untuk barang elektronik.
Kelima, ada denda yang dikenakan untuk keterlambatan bayar, yaitu 5% untuk elektronik dan 2% untuk BPKB. Waktu lelang Pusat Gadai lebih lama dari Pegadaian, yaitu selama 14 hari dari jatuh tempo.


KTA Online Dana Cepat Pinjaman Kilat
Beda dengan Pinjaman Gadai, Ambil Pinjaman KTA Dapat Dilakukan secara Online
Sama-sama pinjaman, tapi ada perbedaan mendasar antara pinjaman gadai dan KTA. Bedanya, pinjaman gadai mewajibkan jaminan sebagai syarat ambil pinjaman, sedangkan KTA tidak membutuhkan jaminan apa pun.
Lalu, bagaimana pemberi pinjaman atau bank pemberi KTA yakin memberikan sejumlah uang sebagai pinjaman kepada debitur? Dalam menganalisis aplikasi pinjaman yang diajukan, bank akan melihat riwayat kredit calon debitur atau Informasi Debitur Individual (IDI) Historis melalui SLIK OJK.
Dari IDI Historis yang terdapat di SLIK OJK, bank dapat mengetahui baik atau buruknya riwayat kredit calon debitur. jika IDI Historis calon debitur bagus, bank akan memberikan KTA. Sebaliknya, jika buruk, bank tentu saja menolak pengajuan aplikasi pinjaman KTA si calon debitur.





Ini 5 Modus Penipuan Pelunasan Kartu Kredit yang Anda Perlu Ketahui


Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti kepada masyarakat pengguna kartu kredit. Soalnya, banyak modus penipuan janji pelunasan kredit oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Atas dasar itu, BI mengimbau masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap penawaran dan/atau ajakan dari pihak manapun terkait hal tersebut.

Seperti dilansir hukumonline dari situs Bank Indonesia, Senin (5/9), Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, merinci lima modus penipuan yang biasa dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Pertama, penawaran dari perusahaan/lembaga yang menjanjikan pelunasan kredit dan ajakan untuk tidak membayar utang ke bank-bank, perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya.

Kedua, perusahaan/lembaga tersebut mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya. Ketiga, pelunasan utang tersebut dilakukan dengan jaminan Sertifikat Bank Indonesia (SBI)/Surat Berharga lainnya yang salah satunya dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Keempat, agar utangnya dapat dilunasi, perusahaan/lembaga tersebut meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok/Badan Hukum tertentu. Kelima, perusahaan/lembaga tersebut mengakui bahwa utang rakyat Indonesia sudah dilunasi melalui pembayaran non tunai kepada Bank Indonesia.

Sehubungan dengan itu, Tirta mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar dan merupakan tindak penipuan dan penyalahgunaan nama Bank Indonesia oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk keuntungan dan kepentingan pribadi.

“Terkait dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI)/Surat Berharga lainnya yang diduga dikeluarkan oleh Bank Indonesia, dengan ini kami sampaikan bahwa Sertifikat Bank Indonesia (SBI)/Surat Berharga lainnya tersebut palsu,” ujarnya.

Menurut Tirta, Bank Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak yang dirugikan berkaitan dengan hal tersebut. Dia menyarankan kepada masyarakat untuk menghindari risiko atas hal-hal yang tidak diinginkan, apabila diperlukan kepada pihak-pihak yang mendapat permintaan tersebut dapat mengkonfirmasikannya terlebih dahulu kepada pihak BI.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran dari perusahaan atau lembaga yang menjanjikan pelunasan kredit dan ajakan tidak membayar utang ke bank-bank, perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya. Penawaran dan ajakan itu belakangan muncul di beberapa daerah dengan mengatasnamakan PT Swissindo World Trust International Orbit di Cirebon dan Koperasi Pandawa Mandiri Grup di Yogyakarta.

Terkait hal tersebut, OJK menyatakan bahwa praktik tersebut tidak dibenarkankarena dapat merugikan industri jasa keuangan dan masyarakat. “Kegiatan tersebut tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan,” kata Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK, Slamet Edi Purnomo.

Oleh karena itu, Kata Edi, OJK mengajak semua pihak khususnya para debitur dan pelaku usaha jasa keuangan untuk waspada dan berhati-hati terhadap penawaran dan atau ajakan dari pihak manapun terkait hal tersebut.

Di sisi lain, bagi debitur yang masih memiliki kewajiban kredit kepada industri jasa keuangan diminta agar tetap menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dan menghubungi pihak bank atau perusahaan pembiayaan terkait.

Selanjutnya, kata Edi, OJK mengimbau agar pihak-pihak yang merasa dirugikan melakukan upaya hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku agar terdapat kepastian hukum dan mencegah kerugian yang lebih besar pada industri jasa keuangan akibat perilaku pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Menyikapi hal di atas, OJK sedang berkoordinasi dengan lembaga dan otoritas terkait guna mencegah adanya kerugian bagi Industri Jasa Keuangan dan masyarakat,” ujar Edi. (Baca Juga: 7 Hal yang Patut Dipahami Terkait Laporan Transaksi Kartu Kredit)

Edi menjelaskan, modus penawaran pelunasan kredit dilakukan dengan menawarkan janji pelunasan kredit/pembebasan hutang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank, perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya, dengan cara menerbitkan surat jaminan/pernyataan pembebasan hutang yang dikeluarkan dan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain. Para debitur tersebut, dihasut untuk tidak perlu membayar hutang mereka kepada para kreditur.

Modus lain penawaran ini antara lain, mengatasnamakan negara dan/atau lembaga negara tertentu dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan Surat Berharga Negara, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok/Badan Hukum tertentu, dan meminta korban untuk mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung.

Menghindari Gangguan Telemarketing lewat HP Telphone


Gimana sih rasanya lagi fokus nyelesain pekerjaan tiba-tiba telepon seluler berdering dan ternyata panggilan itu berasal dari sales yang nawarin kartu kredit atau kredit tanpa agunan? Konsentrasi buyar, rasa jengkel keluar.
Bukannya mau meremehkan profesi sales produk bank itu, ya, tapi memang harus diakui telemarketing sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Orang bakal melakukan apa aja biar bisa menghindari gangguan telemarketing.
Coba deh buka obrolan di Facebook atau grup WhatsApp/BBM soal gangguan telemarketing. Dijamin obrolan laris kayak kacang goreng yang dijual di lapangan layar tancep.
Telepon telemarketing bisa kayak pacar yang ngingetin makan. Pagi, siang, malem, ada aja telepon dari telemarketing bank. Kalau lagi jomblo dan kesepian sih gak apa-apa. Bisa ngisi waktu dengan ngobrol biar gak galau, gitu.
Tapi kalau lagi serius-seriusnya kerja datang telepon telemarketing, yang ada kitanya ngeluh, marah, bahkan sampai mengeluarkan sumpah-serapah. Respons seperti itu gak perlu sebenarnya, karena telemarketing sebenarnya sudah dilarang di Indonesia jika dilakukan tanpa persetujuan kita yang ditelepon!
Jadi, kita bisa merespons gangguan telemarketer itu dengan kalem tapi mematikan: “Telepon Anda ini ilegal, bisa saya laporkan ke pihak berwenang!” Booom, pasti si telemarketer kalang-kabut. Biar lebih meyakinkan, sebutin aja aturan-aturan pemerintah yang melarang aktivitas telemarketing!

Larangan telemarketing
Kalau didata, jumlah keluhan soal telemarketing mungkin sama dengan jumlah curhatan galau di Facebook.
Aturan pertama adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.7/2013. Aturan selanjutnya adalah Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor12/SEOJK.07/2014 yang merupakan peraturan pelaksana POJK Nomor 1/2013 tersebut.
Selain melarang telepon atau SMS penawaran produk dari bank atau lembaga keuangan lain, aturan dari OJK itu melarang aktivitas telemarketing freelance yang menggunakan nomor telepon seluler.
Melalui aturan itu, masyarakat diimbau melapor ke OJK di nomor telepon (021) 5006555 kalau ditelepon atau dikirim SMS dari telemarketer.

Gak cuma aturan dari OJK, Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juga secara tidak langsung melarang telemarketing. Pasal 17h aturan itu menyatakan informasi pribadi, termasuk aset dan nomor telepon pribadi seseorang merupakan informasi yang dikecualikan, atau rahasia.
Jadi kalau tenaga telemarketing bisa tahu nomor telepon kita padahal kita gak pernah ngasi tahu, bisa kita laporkan ke polisi. Gak main-main, pihak yang membocorkan informasi pribadi ini bisa dijatuhi hukuman penjara hingga 2 tahun!

Hak nasabah
Ssst, gak perlu marah kalau ditelepon telemarketer. Omongin aja yang kalem soal aturannya, siapa tahu malah bisa sekalian digebet.
Berdasarkan aturan-aturan legal formal di atas, kita berhak menolak telepon telemarketing dan bahkan mengadukannya ke pihak berwenang. Dalam hal ini, kita bisa melaporkan lembaga keuangan tempat kerja telemarketer itu ke OJK biar dikenai sanksi.
Kalau kamu bingung dari mana pegawai telemarketing suatu bank atau lembaga keuangan lain bisa dapat nomor teleponmu padahal kamu gak pernah berhubungan dengan mereka, coba ingat apakah kamu pernah tanda tangan berkas dari bank tanpa membaca isinya dengan detail?
Bisa saja dalam berkas itu, misalnya formulir pembukaan rekening, ada keterangan “Menyetujui ingin mendapat penawaran dari pihak-pihak selain bank, yang menjadi partner resmi bank”. Kalau kita tanda tangan, artinya kita setuju menyebarkan nomor telepon kita.
Masalahnya, berkas yang memuat keterangan semacam ini wajib ditandatangani. Dalam kasus pembukaan rekening, bisa-bisa kita gagal bikin rekening karena menolak tanda tangan.

Nah, kalau menghadapi kasus semacam ini, sebutin aja aturan-aturan dari OJK dan UU Keterbukaan Informasi tadi. Nasabah sebagai masyarakat Indonesia sepenuhnya berhak menolak membuka informasi pribadi ke pihak mana pun.
Lebih enak kalau mengakses layanan perbankan lewat dunia online. Sebab penawaran atau promo tidak disampaikan lewat telepon, tapi lewat e-mail, sehingga gak begitu mengganggu.
Bagaimanapun promo juga butuh kita ketahui. Tapi di dunia online, kita juga harus mengecek kebijakan privasi situs terkait agar privasi kita tak terganggu.

Kemerdekaan dari gangguan telemarketing adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan, eh, telemarketing ilegal harus dihapuskan.

Sebenarnya dulu OJK pernah melontarkan wacana membuat sistem “Do Not Call Registry” yang mengadopsi sistem serupa di Amerika. Melalui sistem itu, kita yang keberatan memberikan identitas pribadi untuk keperluan bank atau lembaga keuangan lain bisa mendaftar biar gak dihubungi telemarketer.
Sayangnya, wacana ini seperti mantan pacar yang dulu ninggalin karena digebet orang lain: lenyap gak ada kabar. Padahal sistem ini sangat berguna untuk masyarakat yang hendak menghindari gangguan telemarketing.

Jadi ingat, kita punya hak untuk tidak diganggu telemarketing. Dasarnya adalah hukum yang ditetapkan pemerintah, sehingga sangat kuat. Tak perlu ragu mempermasalahkan gangguan itu ke pihak telemarket. Jika perlu, adukan ke lembaga berwenang.


Agar Tidak Jadi Korban Penipuan Berkedok Kredit Tanpa Agunan

 

Kayaknya sampai kiamat yang namanya penipuan enggak bakalan punah deh. Kalau pun punah, nanti pak polisi kerjaannya apa yak? Hehehe.
Selalu saja ada berita di media tentang penipuan, tetangga jadi korban penipuan, atau malah diri sendiri pernah kena tipu. Terus modusnya makin lama makin canggih.
Sebenarnya kalau ditilik modusnya kenapa seseorang bisa melakukan indikasi penipuan itu banyak banget. Misalnya nih karena kepepet faktor ekonomi, keluarga, lingkungan, sampai kejiwaan.
Bener lho kalau faktor kejiwaan ikut mempengaruhi. Ada tuh yang menipu sebagai bagian kesenangan semata atau malah enggak sadar kalau sedang menipu orang.

Back to the topic, kali ini mau bahas penipuan berkedok kredit tanpa agunan alias KTA. Tahu kan KTA atau istilah lainnya personal loan? Itu tuh produk bank di mana nasabah bisa pinjem duit tanpa harus menyerahkan jaminan macam sertifikat tanah, BPKB, atau apapun.
Siapa saja bisa mengajukan KTA asalkan memenuhi persyaratan yang diminta bank lho! Terus pinjaman ini enggak gratis karena ada beban bunga dan biaya administrasi. Nah, biaya administrasi ini biasanya langsung dipotong di awal sebelum dana ditransfer ke nasabah.
Celah ada potongan atas nama biaya administrasi inilah yang jadi modus penipuan berkedok kredit tanpa agunan. Ada oknum-oknum mengatasnamakan tenaga marketing bank tertentu yang bergerilya mencari mangsa.

Ada beberapa modus yang biasanya jadi pilihan pelaku penipuan KTA.

1. Lewat telepon
Mungkin pernah mendapat telepon dari seseorang yang mengaku petugas bank ABC. Dia berniat tawarkan produk KTA mudah dan cepat tanpa tetek bengek. Kalau dapat telepon seperti ini, lebih baik segera abaikan. Tak perlu lagi meladeni percakapannya.
Lagi pula ingat sekarang telemarketing ada aturan mainnya. Mereka enggak boleh asal telepon tanpa persetujuan terleih dahulu. [Baca: Biar Enggak Sering Diganggu Telemarketing]

2. Lewat email
Ada kalanya menerima email yang sekilas seperti dari bank. Nah dalam email itu, calon korbannya diminta memasukan data-data nomor rekening maupun PIN jika ingin memproses pengajuan KTA.
Atau bisa juga ada hyperlink ke sebuah situs ‘bank abal-abal’ yang sebenarnya menjadi perangkap pelaku menipu korbannya. Jangan asal klik deh pokoknya!

3.Lewat pesan singkat
Modus ini jadi favorit bagi pelaku penipuan KTA. Mereka mem-broadcast pesan singkat, entah itu lewat SMS (short messenge service) atau via BBM (BlackBerry Messenger) ke nomor acak. Maka itu, waspadai kalau menemukan pesan yang berbunyi sebagai berikut:
“Butuh dana cepat buat usaha, berobat, uang sekolah anak? Berniat pinjam ke bank tapi enggak ada jaminan? Selalu gagal ajukan KTA? Kami punya solusi untuk Anda. Pinjaman 5-200 juta dan dijamin 100% cair. Jangka waktu pelunasan 12-48 bulan. Tak usah pikirkan angsuran. Kami bisa bantu lewat cara tak resmi. Segera hubungi kami!”

4.Lewat identitas kartu kredit
Modus ini biasanya si pelaku bakalan meminta calon korbannya menyebutkan nomor kartu kredit, masa berlaku (expiry date), dan tiga digit kode rahasia di belakang kartu kredit. Setelah semua informasi itu dipenuhi, si pelaku menjanjikan proses pengajuan KTA segera dilakukan dan dana bakal langsung ditransfer.
Kalau menemukan beginian, lupakan saja deh. Jangan pernah dibagi informasi itu. Informasi dalam kartu kredit sangat berharga dan bukan untuk disebarkan ke sembarangan orang. [Baca: Jurus Amankan Kartu Kredit]

5.Pemalsuan call center/website
Sekarang zamannya internet di mana orang sering mencari informasi seputar perbankan lewat googling. Pelaku penipuan pun juga tahu soal ini. Biasanya mereka memanfaatkan ini dengan membuat website aspal alias palsu dan mencantumkan telepon yang disebut-sebut sebagai call center.
Tapi dari sekian modus penipuan itu, yang paling ampuh biasanya lewat pesan singkat. Sudah banyak kasus orang tertipu setelah menerima pesan singat bantuan pengajuan KTA dari pelaku penipuan.

Kebayang dong kalau yang baca itu benar-benar lagi kepepet butuh duit. Dia bakal sabet tawaran itu karena dianggap sebagai solusi keuangan instan. Kalau pun awalnya enggak terpengaruh, tapi terus-terusan dapat kiriman pesan seperti itu, apa enggak meleleh pertahanannya?
OMG, pada akhirnya coba-coba deh hubungi si penyebar pesan itu. Bagi si pelaku ini namanya kesempatan emas. Si oknum ini bakal menggiring calon korbannya dengan menjanjikan banyak kemudahan pengurusan KTA. Bahkan duit bakal langsung ditransfer pada saat itu juga. Gimana enggak girang di-PHP-in begini?
Terus ujung-ujungnya, si calon korban diminta transfer dana dulu ke rekening tertentu. Alasannya untuk pelunasan biaya administrasi. Kalau korbannya bertanya-tanya kenapa enggak ada prosedur menyerahkan dokumen atau analisa kredit dulu, si oknum sudah punya jawabannya.
Dia bakal bilang itu bisa diurus belakangan. Nanti bakal ada kurir yang dikirim buat ambil semua persyaratan itu. Pada intinya, si oknum ini mendesak korbannya segera mentransfer sejumlah dana untuk pelunasan administrasi.
”Pokoknya bapak/ibu tenang saja. Semua beres kalau biaya administrasinya dilunasi dulu.” Kalimat baku si oknum tuh!
Coba sekarang pakai logika saja, kira-kira ada orang yang bersedia kasih pinjaman sedangkan belum kenal si peminjamnya?
Bank pun demikian. Makanya kalau sudah ketemu modus macam begini, buruan lupakan isi pesannya.

Terus gimana dong kalau serius ingin mengajukan KTA dan biar enggak tertipu? Oke, mungkin bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini.

1.Kenali orangnya
Pakai deh prinsip tak kenal maka tak sayang. Maksudnya, kenali orangnya begitu hendak mengajukan KTA. Paling afdol dengan mendatangi banknya langsung. Atau bisa juga lewat situs seperti duitpintar.com yang aman karena yang memberi pinjaman banknya langsung. Duitpintar hanya menjadi jembatan dan tanpa memungut biaya apapun dari customer.

2.Kenali produknya
Pelajari dengan seksama produk KTA yang ditawarkan. Apa saja kewajiban yang bakal timbul ketika kita mengambil produk tersebut. Cek juga dengan teliti syarat-syaratnya seperti dokumen, besaran bunga, biaya administrasi, dan lain sebagainya.

3. Jangan terpukau testimonial
Testimonial seseorang atau komentar positif orang lain terhadap sebuah produk perlu diuji kebenarannya. Jangan pernah menelan bulat-bulat testimonial itu. Mungkin berbeda kalau testimonial itu berasal dari keluarga sendiri atau teman yang sudah dikenal.

4.Proses KTA tak ada suap-suapan
Prosedur pengajuan KTA resmi biasanya tak melibatkan uang tunai. Uang biasanya langsung ditransfer ke rekening nasabah setelah dipotong biaya administrasi. Kalau ada yang minta persekot atas jasanya itu, mending batalkan.

5. Jangan sembarangan bagikan data-data pribadi
Fotokopi KTP, tanda tangan, nomor rekening, apalagi PIN ATM/kartu kredit, adalah data-data basic yang berharga bagi pelaku kejahatan. So, simpan baik-baik dan jangan sembarangan membagikan itu ke orang yang baru saja dikenal.

Mudah-mudahan bisa membantu ya untuk terhindar dari penipuan berkedok kredit tanpa agunan. Cara yang paling gampang biar enggak jadi korban berikutnya adalah membekali diri dengan pengetahuan seputar prosedur KTA.
Enggak ada itu namanya bank langsung kirim duit pinjaman tanpa lewat proses terlebih dulu. Kalau ada yang janjikan tanpa proses, bisa dipastikan itu penipu!



Hati-hati Modus Penipuan Jasa Penutupan Kartu Kredit


Nasabah diminta berhati-hati bila ada penawaran jasa penutupan kartu kredit melalui pesan singkat atau dari internet. Tawarannya memang menggiurkan tetapi nyatanya itu adalah penipuan. Kok bisa?
Ketua Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah (LBMN) Pulo Siregar menjelaskan, biasanya mereka melakukan berbagai macam modus bujuk rayu agar pengguna kartu kredit tergoda. Seperti apa bentuknya?

"Modusnya sudah banyak. Jadi ada tawaran yang bisa bikin masyarakat itu tertarik. Baru setelah itu kita bayar panjer (uang muka). Intinya sesuai dengan permintaan mereka,"

Salah satu modus yang paling banyak digunakan adalah dengan meminta uang pengganti yang besarannya bisa sampai 15 sampai 20 persen dari total tagihan kartu kredit. Gambarannya, bila Anda memiliki tagihan kartu kredit sebesar Rp 100 juta, Anda cukup membayar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta kepada penyedia jasa.

Setelah Anda membayar, mereka akan memastikan kartu kredit Anda segera ditutup dengan jangka waktu paling lama 3 bulan dan utang kartu kredit dinyatakan lunas.
"Rata-rata itu mereka minta 15-20 persen dari total utang kartu kredit. Misalnya kamu punya 6 kartu kredit, total tagihannya Rp 100 juta, itu 15-20 persen berarti Anda bayar Rp 15-20 juta," imbuhnya.
Namun, setelah uang diterima penuh oleh penyedia jasa penutupan kartu kredit, biasanya orang yang menawarkan jasa penutupan kartu kredit itu mulai sulit dihubungi. Kalau pun bisa, maka Anda sering kali dilempar sana-sini. Hingga akhirnya Anda sadar kalau Anda telah ditipu.
"Akhirnya ketahuan setelah uang dibayar tidak sesuai harapan hasilnya," katanya.

"Anda punya pengalaman menggunakan jasa layanan penutupan kartu kredit? Sharing pengalaman Anda dengan mengirimkan Pesan dibawah".   







Kuta Dana Mitra feeds